Makalah Cyanobacteria

Download : makalah cyanobacteria.docx

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan Kasih-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah Taksonomi Tumbuhan Rendah yang berjudul “Alga Hijau-Biru (Cyanobacteria)”.

Didalam makalah ini kami menjelaskan tentang struktur tubuh, reroduksi, dan hal-hal lain yang berupa informasi mengenai Alga Hijau-Biru (Cyanobacteria). Kami juga memaparkan beberapa gambar, agar teman-teman sekalian dapat memahami makalah kami.

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan membantu teman-teman dalam memahami matakuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah, khususnya di materi Aga Hijau Biru (Cyanobacteria) dan dapat menambah wawasan serta bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Akhir kata, kritik dan saran dari teman-teman sangat kami harapkan demi kemajuan dan kesempurnaan makalah ini.

Tuban, Desember 2012

Penulis


 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar           ………………………………………………………  2

Daftar isi         ………………………………………………………………  3

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah   ……………………………………………… 4

1.2 Tujuan …………………………………………………………………..  4

BAB II ISI

2.1 Ciri-ciri alga hijau biru (Cyanobacteria)   ………………………………  5

2.2 Struktur sel alga hijau biru (Cyanobacteria) ……………………………  5

2.3 Reproduksi alga hijau biru (Cyanobacteria) ……………………………  7

2.4 Klasifikasi alga hijau biru (Cyanobacteria) …………………………….   8

2.5 Peranan alga hijau biru (Cyanobacteria) bagi manusia …………………  9

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………10

Daftar Pustaka


 

BAB I

Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

Monera berasal dari bahasa Yunani, moneres yang berarti tunggal. Monera meliputi organisme bersel satu yang mempunyai struktur tubuh amat sederhana dan bersifat prokariotik. Sel prokariotik adalah sel yang materi genetiknya belum terlindungi oleh selaput inti atau karioteka. Monera, menurut system klasifikasi Carl Woose 1977 dikelompokkan menjadi dua subkingdom, yaitu Eubacteria dan Archaebacteria. Cyanobacteria termasuk anggota subkingdom Eubacteria.

Alga ini disebut alga hijau-biru karena berwarna hijau kebiruan. Warna itu diakibatkan oleh warna klorofil dan pigmen biru (fikosianin). Alga hijau-biru banyak dijumpai di tempat-tempat yang lembap, misalnya diatas tanah, batu tembok, sawah, parit, dan di laut. Jika mengering, koloni alga hijau biru mengelupas seperti kerak. Alga hijau biru biasanya hidup dilingkungan yang sedikit asam hingga basa. Selain hidup bebas, alga hijau biru juga ada yang hidup bersimbiosis dengan organisme lain.

Alga hijau biru sama seperti bakteri, juga bersifat prokariotik. Alga hijau biru ada yang bersel satu dan ada pula yang bersel banyak. Yang bersel satu ada yang hidup soliter dan ada yang berkoloni, sedangkan yang bersel banyak umumnya berbentuk benang. Alga hijau-biru dapat hidup di batuan di tempat organisme lain sulit hidup. Dengan adanya alga hijau-biru, terjadilah pelapukan batuan sehingga memungkinkan alga dan tumbuhan lain hidup. Alga hijau-biru dapat bertahan pada lingkungan yang suhunya mencapai 85°C. Itulah sebabnya alga hijau-biru dikatakan sebagai tumbuhan perintis.

1.2  Tujuan

Adapun tujuan kami menyelesaikan makalah ini :

-          Menyelesaikan tugas Taksonomi Tumbuhan Rendah.

-          Memahami tentang alga, khususnya Cyanobacteria.

-     Mendiskusikan tentang alga hijau-biru

BAB II

ISI

Alga Hijau-Biru (Cyanobacteria)

2.1 Ciri-ciri Alga Hijau-Biru

Ciri-ciri utama dari alga hijau-biru adalah bersifat prokariotik dan klorofilnya tidak didalam kloroplas.

  1. Prokariotik

Seperti halnya bakteri, alga ini tidak memiliki membran inti. Bahan ini terdapat pada suatu daerah didalam sitoplasmanya. Jadi alga hijau biru tergolong organisme prokariotik.

  1. Klorofil tidak dalam kloroplas dan memiliki fikosianin

Alga ini mempunyai klorofil a dan pigmen biru (fikosianin). Klorofil tidak terdapat dalam kloroplas, melainkan pada membran tilakoid. Oleh karena memiliki klorofil dan dapat berfotosintesis, maka alga ini dapat menghasilkan gula dan oksigen. Inilah sifat yang tidak dimiliki oleh bakteri pada umumnya.

Pigmen fikosianin mengakibatkan warna hijau kebiruan. Beberapa dari alga ini ada juga yang berwarna cokelat, hitam, kuning, merah, dan hijau. Warna merah disebabkan oleh pigmen fikoeritrin sedangkan warna kuning disebabkan oleh pigmen karoten.

Pada umumnya alga hijau biru memiliki kemampuan menambat nitrogen dari udara. Proses penambatan nitrogen ini dilakukan oleh sel khusus yang disebut heterosista. Heterosista dihasilkan oleh alga hijau biru berbentuk benang. Ukuran heterosista lebih besar dibandingkan sel didekatnya serta memiliki dinding sel yang lebih tebal. Oleh karena kemampuan menambat nitrogen ini, alga hijau biru dapat menyuburkan habitatnya, atau menguntungkan organisme lainyang bersimbiosis dengannya.

Alga hijau biru ada yang mampu menghasilkan racun (toksin). Racun yang dikeluarkan di perairan dapat mematikan organisme lain.

2.2 Struktur Sel Alga Hijau Biru

Alga hijau biru ada yang uniseluler, ada yang membentuk koloni, dan ada pula yang berbentuk benang. Contoh alga yang uniseluler adalah Chroococcus dan Anacystis.

                                  

Gambar 2.2.1 : Chroococcus                          Gambar 2.2.2 : Anacystis

Contoh alga yang membentuk koloni adalah Merismopedia, Nostoc, dan Microcystis.

                           

Gambar 2.2.3 : Merismopedia                         Gambar 2.2.4 : Nostoc

Gambar 2.2.5 : Microcystis

Contoh alga yang membentuk benang (filament) adalah Oscillatoria, Microcoleus, dan Anabaena.

       

Gambar 2.2.6 : Oscillatoria                             Gambar 2.2.7 : Microcoleus

Gambar 2.2.8 : Anabaena

Sel alga hijau-biru tersusun atas (dari luar kedalam) sebagai berikut : dinding sel, membran sel, sitoplasma, dan asam inti. Perhatikan gambar berikut.

Gambar 2.2.9 : Struktur Sel Alga Hijau-Biru

  1. Selubung Lendir

Selubung lendir terdapat disebelah luar dinding sel. Selubung lendir berfungsi mencegah sel dari kekeringan. Selain itu, lendir dapat memudahkan sel bergerak, karena beberapa alga ini dapat bergerak dengan gerakan osilasi (maju mundur). Belum dapat dipastikan apa yang menyebabkan alga ini bergerak.

  1. Dinding Sel

Dinding sel mengakibatkan sel memiliki bentuk yang tetap.

  1. Membran Sel

Membran sel berfungsi mengatur keluar-masuknya zat dari dan kedalam sel. Terdapat pelipatan membrane sel kearah dalam membentuk lamella fotosintetik atau membran tilakoid. Pada membran tilakoid inilah terdapat klorofil. Jadi berbeda dengan sel eukariotik yang memiliki klorofil didalam kloroplas, alga hijau biru tidak memiliki kloroplas.

  1. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan koloid yang tersusun atas air, protein, lemak, gula, mineral-mineral, enzim, ribosom, dan DNA. Di dalam sitoplasma inilah berlangsung proses metabolisme sel.

  1. Asam inti atau Asam Nukleat (DNA)

DNA terdapat pada suatu lokasi di dalam sitoplasma, namun tidak memiliki membran inti. Karena itulah alga hijau-biru digolongkan kedalam prokariotik.

  1. Mesosom dan Ribosom

Ribosom merupakan organel untuk sintesis protein, sedangkan mesosom merupakan penonjolan membran kearah dalam yang berperan sebagai penghasil energi.

2.3. Reproduksi Alga Hijau-Biru

Ada 3 cara reproduksi alga hijau-biru yaitu pembelahan sel, fregmentasi, dan membentuk spora.

  1. Pembelahan Sel

Alga hijau-biru dapat bereproduksi dengan pembelahan biner. Pembelahan biner merupakan pembelahan sel secara langsung. Dengan pembelahan sel, baik sel tunggal (organisme uniseluler) maupun sel penyusun filamen (benang) akan bertambah banyak. Filamen akan bertambah panjang karena adanya pembelahan sel.

  1. Fragmentasi

Fragmentasi dilakukan oleh alga hijau-biru berbentuk benang. Dengan fragmentasi (pemenggalan), filamen yang panjang akan terputus menjadi dua atau lebih benang pendek yang disebut hormogonium. Setiap hormogonium akan tumbuh menjadi filamen baru. Tempat pemutusan filamen adalah sel mati yang terdapat diantara sel penyusun filamen.

  1. Pembentukan Spora

Jika kondisi buruk, misalnya kurang air, diantara sel-sel alga hijau-biru ada yang dapat membentuk endospora, seperti pada bakteri. Dindingnya menebal, dan ukuran sel membesar. Bentuka ini disebut sebagai akinet, misalnya pada Nostoc. Spora tahan terhadap lingkungan yang jelek. Jika kondisi lingkungan telah pulih, spora tumbuh menjadi alga yang baru.


 

2.4 Klasifikasi
Ganggang Biru dibedakan dalam 3 bangsa.

-          Bangsa Chroococcales.

Berbentuk tunggal atau kelompok tanpa spora, warna biru kehijau-hijauanUmumnya alga ini membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok yang basah. Setelah pembelahan, sel-sel tetap bergandengan dengan perantaraan lendir tadi, dan dengan demikian terbentuk kelompok-kelompok atau koloni.

Gambar 2.2.10 : Chroococcus turgidus

Gambar 2.2.11 : Gloeocapsa sanguinea

- Bangsa Chamaesiphonales

Alga bersel tunggal atau merupakan koloni berbentuk benang, mempunyai spora. Benang-benang itu dapat putus-putus merupakan hormogonium, yang dapat merayap dan merupakan koloni baru.Spora terbentuk dari isi sel (endospora). Setelah keluar dari sel induknya, spora dapat menjadi tumbuhan baru. Untuk menghadapi kala yang buruk dapat membentuk sel-sel awetan dengan menambah zat makanan cadangan serta mempertebal dan memperbesar dinding sel Chamaesiphon confervicolus.

- Bangsa Nostocales

  • Sel-selnya merupakan koloni berbentuk benang, atau diselubungi suatu membran.
  • Benang-benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, jarang mempunyai percabangan sejati, lebih sering mempunyai percabangan semu.
  • Benang benang itu selalu dapat membentuk hormogonium.

Contoh : Oscillatoria , Rivularia , Anabaena, Spirulina

  1. Oscillatoria,
  • hidup dalam air atau di atas tanah yang basah,
  • sel¬selnya bulat, merupakan benang-benang dan akhirnya membentuk koloni yang berlendir.
  • Pada jarak-jarak tertentu pada benang¬benang itu terdapat sel-sel yang dindingnya tebal,
  • kehilangan zat¬zat warna yang berguna untuk asimilasi, hingga kelihatan kekuning-kuningan dan dinamakan heterosista.
  • Heterosista ini dalam keadaan khusus dapat tumbuh menjadi benang baru, tetapi fungsinya belum dikenal dan biasanya lekas mati.
  • Contoh Oscillatoria limosa; Oscillatoria princeps.

2. Rivularia

3. Nostoc

4, Anabaena azollae / Anabaena cycadae.
Anabaena

  • Nostoc, dapat menambat N dari udara, seringkali bersimbiosis dengan Fungai membentuk Lichenes.
  • Anabaena, juga menambat N dari udara dan dapat bersimbiosis dengan tanaman
  • Anaabaena cycadae bersimbiotic dengan pakis haji (Cycas rumphii)
  • Anabaena azollae bersimbiotic dengan paku air Azolla pinata (dalam daunnya) yang hidup di sawah-sawah dan di rawa rawa.

dalam bersimbiosis Anabaena berada dalam akar-akarnya yang disebut akar-akar bunga karang mengikat nitrogen untuk tumbuhannya.

2.5. Peranan Alga Hijau-Biru bagi manusia

Alga hijau-biru ada yang bersifat merugikan, ada pula yang bersifat menguntungkan bagi manusia.

    1. Alga Hijau-Biru yang merugikan

Telah diuraikan bahwa beberapa alga hijau-biru yang hidup di air ada yang mengeluarkan racun. Racun yang terlarut didalam air dapat meracuni organisme yang meminumnya. Contohnya di Australia banyak biri-biri mati setelah minum air telaga. Ini merupakan sifat merugikan alga hijau biru.

Sifat merugikan lainnya adalah alga ini dapat tumbuh di tembok dan batu, sehingga tembok akan m udah lapuk. Demikian pula bangunan candi dari batu yang banyak terdapat di Indonesia banyak yang terancam menjadi lapuk karena alga.

    1. Alga Hijau-Biru yang Menguntungkan

Alga Hijau-Biru ada yang bermanfaat di bidang pertanian dan industri makanan.

 

1)      Pengikat nitrogen bebas

Nostoc, Gleocapsa, dan Anabaena merupakan alga hijau-biru yang dapat menangkap nitrogen dari udara. Kemampuan menangkap nitrogen ini disebut pula sebagai kemampuan melakukan fiksasi nitrogen. Anabaena azollae dapat bersimbiosis dengan tumbuhan Azolla pinnata, yaitu tumbuhan yang banyak djumpai di sawah dan mengapung di atas air. Alga hijau-biru itu melakukan fiksasi nitrogendari udara dan mengubahnya dengan anonia. Akibatnya, dan Azolla pinnata banyak mengandung ammonia. Hal demikian menguntungkan petani. Azolla pinnatad dapat dijadikan pupuk hijau yang mengandung nitrogen.

(2) Sebagai bahan makanan

Ada pula alga hijau-biru yang dapat dijadikan makanan karena mengandung protein yang cukup tinggi. Misalnya alga hijau-biru yang bentuknya spiral dan disebut Artrospira. Kan alga ini terkenal, kemudian para pakar telah berhasil membudidayakan alga ini untuk dipanen proteinnya. Di masa depan ada kemungkinan alga ini dapat dikembangbiakkan dalam jumlah besar untuk menghasilkan protein bagi kebutuhan umat manusia.


 

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

            Alga Hijau-Biru (Cyanobacteria) merupakan organisme uniseluler dan multiseluler yang bersifat prokariotik serta memiliki klorofil dan fikosianin. Alga yang uniseluler ada yang hidup soliter dan ada yang berkoloni, sedangkan yang multiseluler pada umumnya berbentuk benang.

Alga Hijau-Biru (Cyanobacteria) termasuk dalam kingdom Monera. Meskipun alga ini memiliki klorofil, namun alga ini tidak dapat digolongkan kepada kingdom plantae. Karena alga hijau biru masih berupa prokariotik, sementara yang ada di kingdom plantae adalah yang eukariotik.

DAFTAR PUSTAKA

Amin, Mohamad. 2009. Biologi. Jakarta : Bailmu

Syamsuri, Istamar. 2007. Biologi. Jakarta : Erlangga

http://id.wikipedia.org/wiki/Cyanobacteria

blog.ceaster.com/cyano

www.rendyyonanda.wordpress.com/makalahcyanobacteria

www.pengetahuanbaruku.wordpress.com/cyanobacteria

forum.ceaster.com/cyano

www.cefoll.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s