Makalah Jaringan

Download : moduljaringan.doc

 

Rendy Yonanda Danusa | 23


KATA PENGANTAR

Modul dengan judul “Instalasi Perangkat Jarinagn Lokal (LAN)“ merupakan

bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat Sekolah

Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi

bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Program Keahlian

Teknik Komputer dan Jaringan.

Modul ini menguraikan tentang konsep dasar jaringan komputer, persiapan dan

pelaksanaan instalasi perangkat jaringan lokal, dan cara menguji bahwa jaringan

telah beroperasi dengan benar.

Modul ini terkait dengan modul lain yang membahas tentang menginstal PC

(hardware), menginstal software, mengoperasikan sistem operasi berbasis GUI

maupun TEXT, dan beberapa modul yang lain. Oleh karena itu, sebelum menggunakan modul ini peserta diklat diwajibkan telah lulus modul tersebut.

Tuban, November 2012

Penyusun

Rendy Yonanda Danusa

 

DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN …………………………………………………………………. i

HALAMAN DALAM …………………………………………………………………. ii

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………… iii

DAFTAR ISI MODUL ………………………………………………………………. iv

PERISTILAHAN / GLOSSARY ……………………………………………………. v

I. PENDAHULUAN ………………………………………………………..  1

A. DESKRIPSI JUDUL ……………………………………………………….. 1

B. PRASYARAT ……………………………………………………………….. 1

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ………………………………. 2

1. Petunjuk Bagi Siswa ……………………………………………. 2

2. Peran Instruktur/Guru …………………………………………. 3

D. TUJUAN AKHIR ……………………………………………………….  3

II . PEMBAHASAN

Standar Kompetensi  : 1. Instalasi perangkat LAN

Kompetensi Dasar  : 1.1. Konsep dasar jaringan LAN

1.2. Instalasi perangkat keras

1.3. Instalasi, konfigurasi, dan pengujian LAN

Standar Kompetensi  : 2. Mendiagnosis permasalahan PC yg tersambung jaringan

Kompetensi Dasar  : 2.1. mengidentifikasi masalah fungsionalitas jaringan pada perangkat melalui  gejala yang muncul

2.2. memilah masalah berdasarkan kelompoknya

2.3. mengisolasi permasalahan

Standar Kompetensi  : 3. Melakukan perbaikan atau setting ulang jaringan

Kompetensi Dasar  : 3.1. mempersiapkan perbaikan konektifitas jaringan pada PC yang bermasalah

3.2. memperbaiki konektifitas jaringan pada PC

3.3. memeriksa hasil perbaikan pada PC

PERISTILAHAN/GLOSSARY

LAN                   : Local Area Network

Troubleshooting   : Pemecahan permasalahan yang sering terjadi

Software             : Piranti lunak, sebuah aplikasi program PC

Topologi jaringan : Cara menghubungkan antar komputer

Server                : Server adalah komputer yang menjadi sentral dan menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain

Host                   : Workstation (komputer pengguna)

Protocol              : Aturan

WAN                  : Wide Area Network

Client                 : Komputer / user yang selalu mengikuti server

atau computer induk

IP                      : Internet Protocol tool yang digunakan untuk                        mengatur struktur atau tata letak file sehingga akan    mengurangi fragmentasi sebuah space hardisk.

Server                : Komputer Induk pengatur system ke jaringan

CPU                : Komponen ini merupakan otak dari komputer,

kecepatan dan kecerdasan prosessor

tergantung dari kecepatannya

Switch Hub         : perngkat untuk pembagi system jaringan

komputer

Expansion card    : merupakan komponen tambahan yang                               terpasang pada komputer

BAB I

PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI JUDUL

Instalasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) merupakan modul teori

dan atau praktikum yang membahas tentang penginstalan sampai dengan

pengujian jaringan LAN.

Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan belajar, kegiatan belajar 1 berisi

tentang pengenalan konsep dasar, topologi, dan protocol yang dibutuhkan

oleh jaringan, kegiatan belajar 2 berisi tentang penginstalan perangkat

keras (hardware) dari LAN, kegiatan belajar 3 berisi tentang instalasi dan

konfigurasi komponen LAN secara software serta troubleshooting jaringan.

Dengan modul ini peserta diklat diharapkan mampu menjelaskan

prinsip/konsep dasar, melakukan instalasi/konfigurasi baik hardware

maupun software serta melakukan troubleshooting terhadap jaringan

LAN.

B. PRASYARAT

Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini

adalah :

1. Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Mengoperasikan PC

stand alone dengan sistem operasi berbasis GUI.

2. Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Mengoperasikan PC

stand alone dengan sistem operasi berbasis Text.

3. Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Menginstalasi

software.

4. Peserta diklat menguasai pengetahuan magnet dan induksi

elektromagnetik.

2

5. Peserta diklat menguasai pengetahuan pengoperasian sistem operasi

sesuai manual instruction.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Petunjuk bagi Peserta Diklat

Peserta diklat diharapkan dapat berperan aktif dan berinteraksi dengan

sumber belajar yang mendukung, karena itu harus memperhatikan halhal

sebagai berikut :

a. Langkah-langkah belajar yang ditempuh

1) Persiapkan alat dan bahan!

2) Bacalah dengan seksama uraian materi pada setiap kegiatan belajar,

sehingga konsep dasar, serta cara-cara penginstalan jaringan LAN

dapat dipahami dengan baik. Bila ada yang belum jelas tanyakan pada

instruktur!

3) Lakukan pengecekan (troubleshooting) atas hasil penginstalan.

b. Perlengkapan yang harus dipersiapkan

Guna menunjang keselamatan dan kelancaran tugas yang harus

dilakukan, maka persiapkanlah seluruh perlengkapan yang diperlukan.

Beberapa perlengkapan yang harus dipersiapkan adalah :

1) Pakaian kerja (wearpack).

2) PC yang sudah terinstalasi dengan sistem operasi apakah sistem

operasi berbasis TEXT atau sistem operasi berbasis GUI

3) User manual sistem operasi.

4) Perangkat-perangkat jaringan, mulai dari kabel, konektor, NIC, HUB,

dll.

5) Log sheet atau report sheet yang ditetapkan (oleh perusahaan).

3

6) Peralatan atau instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit

kompetensi ini.

c. Hasil Pelatihan

Peserta diklat memahami dan mampu menginstal perangkat jaringan

lokal (baik hardware maupun software) dengan benar dan baik.

2. Peran Instruktur/Guru

Instruktur/guru yang akan mengajarkan modul ini hendaknya

mempersiapkan diri sebaik-baiknya yaitu mencakup aspek strategi

Pemelajaran, penguasaan materi, pemilihan metode, alat bantu media

Pemelajaran dan perangkat evaluasi.

Instruktur/guru harus menyiapkan rancangan strategi Pemelajaran yang

mampu mewujudkan peserta diklat terlibat aktif dalam proses

pencapaian/penguasaan kompetensi yang telah diprogramkan.

Penyusunan rancangan strategi Pemelajaran mengacu pada Kriteria

Unjuk Kerja (KUK) pada setiap subkompetensi yang ada dalam GBPP.

D. TUJUAN AKHIR

1. Peserta diklat mampu menjelaskan tentang konsep dasar, topologi,

protocol jaringan LAN, serta pengkabelannya.

2. Peserta diklat dapat melaksanakan penginstalan jaringan lokal (LAN)

sesuai dengan prosedur.

3. Peserta diklat dapat melakukan pengujian melalui sistem operasi atau

aplikasi tertentu.

II. PEMBAHASAN

  1. 1.  Instalasi Perangkat LAN

Instalasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) merupakan modul teori

dan atau praktikum yang membahas tentang penginstalan sampai dengan

pengujian jaringan LAN.

Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan belajar, kegiatan belajar 1 berisi

tentang pengenalan konsep dasar, topologi, dan protocol yang dibutuhkan

oleh jaringan, kegiatan belajar 2 berisi tentang penginstalan perangkat

keras (hardware) dari LAN, kegiatan belajar 3 berisi tentang instalasi dan

konfigurasi komponen LAN secara software serta troubleshooting jaringan.

Dengan modul ini peserta diklat diharapkan mampu menjelaskan

prinsip/konsep dasar, melakukan instalasi/konfigurasi baik hardware

maupun software serta melakukan troubleshooting terhadap jaringan

LAN.

1.1        Konsep Dasar Jaringan LAN

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu menjelaskan

dasar-dasar jaringan, topologi jaringan, dan Protocol jaringan.

Latar belakang dan sejarah jaringan

Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin

memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama. Ditahun 1950-

an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super

komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan

sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka

muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan

nama TSS (Time Sharing System), bentuk pertama kali jaringan (network)

komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung

secara seri ke sebuah host komputer.

Gambar 1. Time Sharing System

Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi proses distribusi (Distributed

Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan

sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal

yang tersambung secara seri disetiap host komputer.

Gambar 2, Distributed Processing

Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan

konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan

jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama

maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa

melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi

jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN (Local Area Network).

Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar

LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan

raksasa ditingkat dunia yang disebut dengan istilah WAN (Word Area

Network).

2) Jenis-jenis jaringan

Secara umum jaringan komputer terdiri atas lima jenis :

a) Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam

sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer.

LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer

pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrikpabrik

untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer)

dan saling bertukar informasi.

b) Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN

yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang

sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang

letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan

untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang

data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi

kabel.

c) Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah

geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua.

WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk

menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

d) Internet

Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali

menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda.

Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa

berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya.

Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang

seringkali tidak compatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal

ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan

hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik

perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang

terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

e) Wireless (Jaringan tanpa kabel), jaringan tanpa kabel merupakan

suatu solusi terhadap komukasi yang tidak bisa dilakukan dengan

jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat

informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas

mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel

diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil

atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan

dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan

akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan

kabel.

3) Topologi Jaringan

Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan

komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini

banyak digunakan adalah Bus, Token-Ring, dan Star Network. Masingmasing

topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan

kekurangannya sendiri.

a) Topologi Bus

Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di

mana seluruh workstation dan server dihubungkan.

Gambar3. Topologi Jaringan Bus

Keuntungan

· Hemat kabel

· Layout kabel sederhana

· Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat

dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain

Kerugian

· Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil

· Kepadatan lalu lintas pada jalur utama

· Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di

sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami

gangguan

· Diperlukan repeater untuk jarak jauh

b) Topologi Token Ring

Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan

sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation

ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu

komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai

maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

Gambar 4. Topologi jaringan Token-Ring

Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan

selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan,

sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan

akan terganggu.

Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan

pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat

mengirimkan data pada suatu saat.

c) Topologi Star

Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara

langsung ke server atau HUB. Keunggulan dari topologi tipe Star ini

adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation

ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan

semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara

keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka

gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang

bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan

kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

Gambar 5. Topologi Jaringan Star

Keuntungan

· Paling fleksibel

· Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu

bagian jaringan lain

· Kontrol terpusat

· Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan

jaringan

 

Kerugian

· Boros kabel

· Perlu penanganan khusus

· Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

4) Type Jaringan

Type Jaringan terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua type

jaringan, yaitu client-server dan type jaringan peer to peer.

a) Jaringan Client-Server

Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputerkomputer

lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer

yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.

Server di jaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server

karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada

workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai

workstation.

Keunggulan

· Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan

pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server)

yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.

· Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena

terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator

jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.

· Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server

backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh

data yang digunakan di dalam jaringan.

Kelemahan

· Biaya operasional relatif lebih mahal.

· Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih

untuk ditugaskan sebagai server.

· Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server

mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan

terganggu.

16

b) Jaringan Peer To Peer

Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka

server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server,

karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus

dapat berperan sebagai workstation.

Keunggulan

· Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas

yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.

· Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe

jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya

server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan

dan menyediakan fasilitas jaringan.

· Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server.

Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan

secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.

Kelemahan

· Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe

peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam

komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah

antara server dengan workstation.

· Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server,

karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian

fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.

· Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user

dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.

· Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam

jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer

tersebut.

5) Protocol Jaringan

Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer

diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetujui berbagai

pihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk

berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa

yang dimengerti kedua belah pihak.

Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan

protocol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah

standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat

aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open

System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor

perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi

ini dalam mengembangkan protocolnya.

Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai

dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produkproduk

LAN saja, tetapi dalam membangun jaringan Internet sekalipun

sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol

Internet bisa dilihat dalam tabel 1 berikut:

Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi

juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International

Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute),

NCITS (National Committee for Information Technology Standardization),

bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical

and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya

bahkan vendor-vendor produk LAN ada yang memakai standar yang

dihasilkan IEEE.

6) IP Address

IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan

peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri

atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok

angka desimal yang dipisahkan

oleh tanda titik seperti 193.160.5.1.

Tabel 2. Contoh IP Address

Network ID

Host ID
193 160 5 1

IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana

network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID

menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP

address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan

di mana host itu berada.

Kelas-kelas IP Address

Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai,

IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel

dibawah

Tabel 3. Pembagian kelas IP Address

Kelas Network

ID Host

ID Default

Sub net Mask

A

xxx.0.0.1

xxx.255.255.254

255.0.0.0

B

xxx.xxx.0.1

xxx.xxx.255.254

255.255.0.0

C

xxx.xxx.xxx.1

xxx.xxx.xxx.254

255.255.255.0

 

7) Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan

nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan

menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan

arsitektur hierarki :

a) Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan

sebagai tanda titik (.).

b) Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya:

.com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh

perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan

negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au

untuk australia.

c) Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau

perusahaan, misalnya: microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.

8) DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis

menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol atau diisi secara

manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis

pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja

dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu

kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam

memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.

 

1.2 Instalasi Perangkat Keras

 

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu

melaksanakn instalasi hardware jaringan LAN dengan baik dan benar.

b. Uraian materi

LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen

hardware dan software. Komponen software meliputi: Personal

Computer (PC), Network Interface Card (NIC) dan Kabel. Sedangkan

komponen software meliputi : Sistem Operasi Jaringan, Network

Adapter Driver, Protokol Jaringan.

Pada kegiatan belajar 2 akan difokuskan pada komponen hardware dari

LAN.

1) Personal Computer

Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat

menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk

kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan

dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang

difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja lebih

tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation-nya,

karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola

operasional jaringan tersebut.

2) Network Internet Card (NIC)

Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic)

atau network card, yaitu ISA dan PCI. Saat ini jenis network card yang

banyak digunakan, yaitu PCI.

Gambar 6. Jenis Network Card

3) Pengkabelan

Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel,

menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, namun bukan berarti

kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan terminator

diujungnya). Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung

antar komputer pun mengalami perubahan serupa, mulai dari teknologi

telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat

optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer.

Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer bisa menggunakan

teknologi “kelas” museum (seperti 10BASE2 menggunakan kabel

Coaxial) hingga menggunakan teknologi “langit” (seperti laser dan serat

optik). Akan dibahas sedikit bagaimana komputer terhubung satu sama

lain, mulai dari teknologi kabel Coaxial hingga teknologi laser.

Pemilihan jenis kabel sangat terkait erat dengan topologi jaringan yang

digunakan. Sebagai contoh untuk jenis topologi Ring umumnya

menggunakan kabel Fiber Optik (walaupun ada juga yang

menggunakan twisted pair). Topologi Bus banyak menggunakan kabel

Coaxial. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit

untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar

matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur

secara benar akan merusak NIC (Network Interface Card) yang

dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai

kemampuan maksimalnya. Topologi jaringan Star banyak menggunakan

jenis kabel UTP. Topologi jaringan dan jenis kabel yang umum

digunakan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.Topologi Jaringan dan Jenis Kabel yang Sering Digunakan

Topologi Jaringan

Jenis kabel yang umum digunakan
Topologi Bus Coaxial twisted pair, fiber
Topologi Ring Twisted pair, fiber
Topologi Star Twisted pair, fiber

Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang

berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada tiga jenis

kabel yang dikenal secara umum, yaitu:

· Coaxial cable

· Fiber Optik

· Twisted pair (UTPunshielded twisted pair dan STP shielded twisted

pair)

a) Kabel Coaxial

Dikenal dua jenis kabel coaxial, yaitu thick coaxial cable (mempunyai

diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter

lebih kecil).

Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)

Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3

10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan

biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai

standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet,

atau bahkan hanya disebut sebagai yellow cable.

Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai

spesifikasi dan aturan sebagai berikut :

· Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm

(dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan

menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor

mempunyai disipasi tegangan yang cukup lebar).

· Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached

devices) atau berupa populated segments.

· Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external

transceiver).

· Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk

dalam hal ini repeaters.

· Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau

sekitar 500 meter).

32

· Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500

meter).

· Setiap segment harus diberi ground.

· Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke

perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).

· Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).

Gambar 7. Kabel Coaxial Thicnet dan Thinnet

Thin coaxial cable (Kabel Coaxial “Kurus”)

Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir,

terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang

besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis

ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter

rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap

lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC Tconnector.

Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau

ThinNet.

Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika

diimplementasikan dengan Tconnector dan terminator dalam sebuah

jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut :

· Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.

· Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.

· Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat

jaringan (devices).

· Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak

perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.

· Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated

segment).

· Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.

· Panjang minimum antar TConnector adalah 1,5 feet (0.5 meter).

· Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet

(555 meter).

b) Fiber Optic

Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan

besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit.

Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan

dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan

media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.

Gambar 8. Kabel Fiber Optik

c) Twisted Pair Ethernet

Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded twisted

pair (STP) dan unshielded twisted pair (UTP). STP adalah jenis kabel

yang memiliki selubung pembungkus sedangkan UTP tidak mempunyai

selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan

konektor RJ-11 atau RJ-45.

Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk

suatu pola Star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang

tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable)

dibandingkan dengan thin coax, karena HUB mempunyai kemampuan

data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi. Saat ini

ada beberapa grade atau kategori dari kabel twisted pair. Kategory

tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah :

Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk

masing-masing kabel tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing

merupakan seri revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel

(isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist) masing-masing

pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besaran frekuensi yang

bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan juga kualitas isolator

sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel (noise bisa ditekan

sedemikian rupa). Perlu diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5 dan

CAT5 enchanced mempunyai standar industri yang sama, namun pada

CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi

atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk

menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.

Gambar 9. Kabel UTP, STP dan Konektor RJ-45

UTP Cable (khususnya CAT5 / CAT5e)

Kategori 5 atau 5e adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas

yang tinggi, dan yang paling disarankan, baik pada 10 Mbps dan Fast

Ethernet (100Mbps). Konector yang bisa digunakan untuk UTP Cable

CAT5 adalah RJ-45. Untuk penggunaan koneksi komputer, dikenal 2

buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu straight cable dan

crossover cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda,

straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke HUB/Router,

sedangkan crossover cable digunakan untuk menghubungkan client ke

client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan HUB

ke HUB.

Gambar 10. UTP cable CAT 5

Straigt Cable

Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna.

Sebenarnya urutan warna dari masing-masing kabel tidak menjadi

masalah, namun ada standard secara internasional yang digunakan

untuk straight cable ini, seperti tabel 6 :

Tabel 6. Standar Pemasangan Kabel UTP pada Konektor RJ-45

Pin 1 wire color: White/orange
Pin 2 wire color: Orange
Pin 3 wire color: White/green
Pin 4 wire color: Blue
Pin 5 wire color: White/blue
Pin 6 wire color: Green
Pin 7 wire color: White/brown
Pin 8 wire color: Brown

Gambar11 . Menghubungkan Komputer Ke HUB/Router,

Maka Digunakan Cara Straigth Cable

Crossover Cable

Gambar12. Dasar Koneksi Crossover Untuk Kabel UTP

Gambar 13. Pemasangan Kabel UTP Untuk Crossover

Gambar 14

Menghubungkan Dua Komputer Tanpa Menggunakan HUB (Peer To Peer),

Atau Menghubungkan HUB Dengan HUB, Maka Digunakan Crossover Cable

 

c. Rangkuman 2

1) LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen

hardware dan software. Komponen hardware meliputi : Personal

Computer (PC), Network Interface Card (NIC) dan Kabel. Sedangkan

komponen software meliputi : Sistem Operasi Jaringan, Network

Adapter Driverdan Protokol Jaringan.

2) Ada tiga jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu :

· Coaxial cable

· Fiber Optik

· Twisted pair (UTP unshielded twisted pair dan STP shielded twisted

pair)

2) Dikenal dua jenis kabel coaxial, yaitu thick coaxial cable (mempunyai

diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter

lebih kecil).

3) Ada 2 type penyambungan kabel untuk jaringan komputer, yaitu

straight cable dan crossover cable dimana masing-masing punya

fungsi ynag berbeda. Straight cable digunakan untuk menghubungkan

client ke HUB/Router, sedangkan crossover cable digunakan untuk

menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan

untuk menghubungkan HUB ke HUB

3. Kegiatan Belajar 3 : Instalasi, konfigurasi, dan pengujian LAN

(software) pada sistem operasi (windows).

a. Tujuan Pemelajaran 3

Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu

melaksanakn instalasi dan konfigurasi komponen LAN (secara software),

serta menguji jaringan dengan baik dan benar sesuai prosedur.

b. Uraian materi 3

Walaupun secara fisik hardware telah dipasang (komputer dan NIC,

pengkabelan, konektor, dan HUB, dll), tapi jaringan komputer belum

dapat difungsikan. Karena setiap device yang dipasang butuh driver yang

harus diinstal dan perlu dikonfigurasikan terlebih dahulu. Dalam modul ini

akan dibahas instalasi dan konfigurasi jaringan dengan sistem operasi

windows.

Selanjutnya akan dilakukan pengujian apakah komputer telah terhubung

dengan benar, dan bisa berhubungan dengan jaringan lokal (LAN).

1) Mengidentifikasi komputer di dalam jaringan

Komputer dengan sistem operasi Windows 98 di dalam jaringan komputer

harus menggunakan nama yang unik untuk menghindari adanya

tumpang-tindih dengan komputer lain. Untuk memberikan nama dapat

mengikuti langkah-langkah berikut :

a) Pilih Start, Settings, dan Control Panel.

b) Double-klik ikon Network dan klik tab Identification.

Akan muncul kotak dialog seperti gambar….

c) Masukkan nama komputer, workgroup dan deskripsi komputer untuk

komputer yang akan digunakan.

d) Klik OK.

Gambar 16.

Kotak Dialog untuk Memberikan Nama Komputer nalam Jaringan

2) Menginstal dan Mengkonfigurasi Network Interface Card

Network Interface card (NIC) harus dipasang di dalam komputer, agar

komputer dapat “berinteraksi” dengan jaringan. Windows 98 mendukung

beberapa tipe network, yaitu :

a) Ethernet,

b) Token Ring,

c) Attached Resource Computer Network (ARCNet),

d) Fiber Distributed Data Interface (FDDI),

e) Wireless, infrared,

f) Asynchronous Transfer Mode (ATM).

Setelah NIC dipasang dalam slot komputer secara benar selanjutnya

driver jaringan harus diinstal. Untuk meninstal dan mengkonfigurasi driver

dapat dilakukan sebagai berikut :

a) Control Panel, double-klik icon Network.

b) Pilih tab Configuration, klik Add.

c) Setelah itu muncul kotak dialog Select Network Component Type,

klik Adapter, lalu klik Add.

Gambar 17.

Kotak Dialog untuk Menginstal dan Konfigurasi Jaringan

d) Pilih jenis adapter yang digunakan, setelah itu klik OK.

e) Klik OK untuk menutup kotak dialog Network Properties.

47

Setelah meng-copy file driver yang dibutuhkan untuk mengenali kartu

jaringan, Windows 98 akan me-restart komputer.

f) Setelah komputer di-restart, konfigurasi kartu jaringan dari Control

Panel dan double-klik icon Network.

g) Pilih Adapter, lalu klik Properties.

3) Menginstall Protokol Jaringan

Untuk dapat “berkomunikasi” dalam jaringan komputer, komputer harus

mempunyai protokol. Prosedur yang dapat dilakukan untuk menginstall

protokol jaringan adalah :

a) Buka Control Panel dan double-klik icon Network.

b) Dalam tab Configurasi klik Add.

c) Pada kotak dialog Select Network Component Type, pilih

Protocol dan klik Add.

d) Pilih Manufacturer dan Network Protocol dan klik OK.

Gambar 18. Kotak Dialog untuk Menginstal Protokol

Windows98 menyediakan multiple-protokol di dalam satu komputer

meliputi :

· NetBIOS Enhanced User Interface (NetBEUI) protokol sederhana

yang dapat digunakan untuk hubungan LAN sederhana dengan hanya

satu subnet yang bekerja berdasarkan penyiaran.

· Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange (IPX/SPX)

protokol yang digunakan dalam lingkungan Novell NetWare. IPX/SPX

tidak direkomendasikan untuk penggunan non-NetWare, karena

IPX/SPX tidak universal seperti TCP/IP.

· Microsoft Data-link Control(DLC) dibuat oleh IBM digunakan untuk

IBM mainframe.

· Transmission Control Protocol/Internet Protokol (TCP/IP) protokol

standar yang umum.

· Fast Infrared Protocol digunakan secara wireless (tanpa kabel),

protokol yang mendukung penggunaan hubungan jarak dekat dengan

menggunakan infrared. IrDA (infrared Data Association) digunakan

antara lain oleh komputer, kamera, printer, dan personal digita

assistant (PDA) untuk saling berkomunikasi.

· Asynchronous Transfer Mode (ATM) teknologi jaringan high-speed

yang mampu mengirim data, suara, dan video secara real-time.

4) Konfigurasi TCP/IP

Implementasi TCP/IP pada Windows 98 meliputi:

a) Internet Protocol (IP),

b) Transmission Control Protocol (TCP),

c) Internet Control Message Protocol (ICMP),

d) Address Resolusion Protocol (ARP),

e) User Datagram Protocol (UDP).

TCP/IP harus dikonfigurasikan terlebih dahulu agar bisa “berkomunikasi”

di dalam jaringan komputer. Setiap kartu jaringan (NIC) yang telah

diinstall memerlukan IP address dan subnet mask. IP address harus unik

(berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk

membedakan network ID dari host ID.

5) Memberikan IP Address

IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis

menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) atau diisi

secara manual.

Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address :

a) Buka Control Panel dan double-klik icon Network.

b) Di dalam tab Configuration, klik TCP/IP yang ada dalam daftar

untuk kartu jaringan yang telah diinstall.

c) Klik Properties.

Gambar 19. Kotak Dialog untuk Memberikan IP Address

d) Di dalam tab IP Address, terdapat 2 pilihan:

· Obtain an IP address automatically

IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi

untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer

yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi

client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP

address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam

memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address

tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara

dinamis.

· Specify an IP address

IP address dan subnet mask diisi secara manual.

e) Klik OK.

f) Jika diperlukan masuk kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP

Properties, klik tab Gateway, masukkan nomor alamat server.

g) Klik OK.

h) Jika diperlukan untuk mengaktifkan Windows Internet Naming Service

(WINS) server, kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties,

klik tab WINS Configuration, dan klik Enable WINS Resolution

serta masukan nomor alamat server.

i) Jika diperlukan untuk mengaktifkan domain name system (DNS),

kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab DNS

Configuration, klik Enable DNS, masukkan nomor alamat server.

j) Klik OK.

6) Menguji/Test Jaringan

Setelah proses instalasi dan konfigurasi sistem jaringan (baik hardware

maupun software) selesai, maka perlu dilakukan test/uji. Hal ini

dimaksudkan untuk melihat apakah instalasi (mulai dari memasang kabel

sampai dengan konfigurasi sistem secara software) telah dilakukan

dengan benar.

Untuk mengetest TCP/IP, salah satu caranya dapat dilakukan dengan

instruksi ipconfig yang dijalankan under DOS. Lihat gambar 20!

Gambar 20. Test TCP/IP Menggunakan ipconfig

Perintah IPConfig digunakan untuk melihat indikasi pada konfigurasi IP

yang terpasang pada Komputer kita. dari gambar diatas kita dapat

melihat beberapa informasi penting setelah kita menjalankan perintah

IPConfig pada jendela command prompt di komputer kita, misalnya

adalah kita bisa melihat Host Name, primary DNS jaringan, physical

Address dan sebagainya. Harus diingat bahwa perintah ini dapat

dijalankan dengan baik apabila telah terpasang Network Card di

komputer anda. Ipconfig menampilkan informasi berdasarkan Network

Card yang terpasang.

Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah

berjalan dengan baik, utilitas ping dapat digunakan.

Gambar 21. Utilitas Ping untuk Memeriksa Koneksi Jaringan

Utilitas ping digunakan untuk mengecek apakah jaringan kita sudah bisa

berfungsi dan terhubung dengan baik, misalkan pada gambar diatas

terlihat perintah ping LocalHost, jika kita melihat ada keluar pesan

Replay form No IP ( 127.0.0.1 ) besarnya berapa bites dan waktunya

berapa detik itu menandakan bahwa perintah untuk menghubungkan ke

LocalHost dapat berjalan dan diterima dengan baik, namun seandainya

jika kita melakukan ping untuk nomor IP yang tidak dikenal seperti

gambar 20 diatas maka akan dikeluarkan pesan Request Time Out

yang berarti nomor IP tidak dikenal dalam jaringan tersebut ( ping

192.168.0.90 ). Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :

Misalkan anda telah men-setup 2 buah terminal dengan alamat IP

202.159.0.1 dan 202.159.0.2, anda dapat melakukan test ping di mode

dos dengan mengetik “PING 202.159.0.2″ dari terminal dengan IP

address 202.159.0.1 dan anda akan mendapatkan respon seperti :

Pinging 202.159.0.2 with 32 bytes of data:

Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32

Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32

Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32

Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32

Jika anda mendapatkan respon seperti diatas, maka koneksi jaringan

sudah benar. Respon lain selain contoh diatas diartikan bahwa jaringan

anda belum bekerja dengan benar. Kesalahan dapat saja terjadi di sistem

pengkabelan, kartu jaringan, atau setup network.

Catatan : TTL adalah Time To Live, yaitu batasan waktu agar paket data

tersebut tidak mengambang dijaringan.

c. Rangkuman 3

1) Walaupun secara fisik hardware/device jaringan telah terpasang

namun jaringan komputer tidak otomatis dapat difungsikan, tapi perlu

diinstal dan dikonfigurasikan terlebih dahulu.

2) Sistem operasi windows mendukung user untuk membangun sistem

jaringan, baik lokal (LAN) maupun secara global (internet). Fasilitasfasiltas

yang disediakan oleh windows cukup lengkap.

3) Di dalam jaringan komputer harus diidentifikasikan sehingga punya

nama yang spesifik, tidak tumpang tindih dengan komputer lain.

4) Selain nama-nama komputer yang unik, hal-hal yang perlu

dikonfigurasi anatara lain: NIC, Protocol jaringan, Konfigurasi TCP/IP,

dan memberikan IP address.

5) Setelah proses instalasi dan konfigurasi jaringan selesai, jaringan

haruslah di test, untuk melihat apakah instalasi (mulai dari memasang

kabel sampai dengan konfigurasi sistem secara software) telah

dilakukan dengan benar, dan bisa beroperasi dengan baik ataukah

belum. Jika belum berati masih ada kesalahan dan haruslah diperbaiki

  1. 2.  Mendiagnosis permasalahan PC yg tersambung jaringan

 

Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan

berbasis luas (WAN) merupakan modul teori dan atau praktikum yang

membahas dasar-dasar mendiagnosis permasalahan perangkat yang

tersambung jaringan berbasis luas. istilah umum untuk peralatan Wireless

LAn, yang juga dikenal dengan WLAN, biasanya peralatan WiFi

(WirelessFidelity) mengadopsi standar keluarga IEEE 802.11, yang didukung

oleh banyak vendor.

Mengapa kita menggunakan infrastruktur wireless Internet? Pada dasarnya

ada beberapa jawaban sederhana, seperti:

1. Wireless untuk mem-bypass saluran telepon yang mahal dan amat lambat

untuk mengakses Internet.

2. Wireless sangat mudah diinstalasi, dapat dioperasikan dengan biaya yang

relative murah, dan tidak perlu bergantung pada infrastruktur Telkom.

3. Karena WiFi pada dasarnya Wireless LAN, karena itu dia bekerja pada

kecepatan yang cukup tinggi, yakni 1-22Mbps, bagi peralatan yang

mengikuti standar IEEE 802.11b.

4. Karena standar IEEE 802.11 adalah standar yang terbuka (open),

peralatan WiFi sangat mudah diperolah di pasa. Pada saat ini harga

sebuah card WLAN masih sekitar 3 sampai 4 kali harga sebuah card LAN

UTP. Akan tetapi, harga terus jatuh dan menjadi murah.

 

2.1 Mengidentifikasi Masalah Fungsionalitas

Jaringan pada Perangkat Melalui Gejala yang Muncul

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

1) Peserta diklat mampu mengetahui jenis-jenis gangguan pada Jaringan

berbasis luas/Wire Less.

2) Peserta diklat mampu mengetetahui Performance dan kondisi

perangkat yang terhubung jaringan berbasis luas/Wire Less.

b. Uraian Materi

Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan luas

atau Wire Less merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh

administrator jaringan/Teknisi. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian dan

kesabaran yang tinggi agar di dapat hasil yang baik.

Komputer yang terhubung jaringan luas sering kali mengalami gangguan

maupun kerusakan baik dari sisi hardware atau software. Hal ini

disebabkan oleh banyaknya pengguna frekuensi atau gelombang 2,4Mhz,

gejala alam dan komputer yang terhubung dalam sistem jaringan

berbasis luas (wireless) atau WAN.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:

1) Tegangan Listrik

Tegangan listrik dapat menyebabkan ganguan apabila tegangan yang

dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati

mendadak dari sumber PLN. Hal tersebut sangat mempengaruhi

dikarenakan semua peralatan yang kita gunakan bersumber pada

listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak baik atau tidak stabil,

dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah rusak.

Perangkat wireless yang kita gunakan sering mati mendadak karena

sumber listrik mati dapat menyebabkan perangkat WireLess yang kita

gunakan akan cepat rusak. Sehinga akan mempengaruhi jaringan

apabila terjadi kerusakan pada Wirelesss/ radio workstation maupun di

rooter server.

2) Mati atau tidak berfungsinya komponen pada perangkat wireless

Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung perangkat

WireLess disebabkan oleh ganguan Petir ( gangguan alam), terjadi

dikarenakan factor alam dan petir di saat cuaca hujan dan angin

kencang yang menyebabkan perangkat akan terbakar juga pemakaian

yang terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala.

3) Perangkat Software, Ganguan juga dapat terjadi dari software yang

ada di Server atau PC client,ganguan ini bisa disebabkan oleh tidak

jalannya aplikasi di wireless, konflik IP ( Internet Protocol ),tidak

jalannya proses proxy server pada server, dan masih banyak lagi jenis

ganguan software lainnya, solusinya adalah Admin harus menguasai

standart server dan client.

Instalasi Jaringan di dalam ruangan

Tampak pada gambar adalah computer yang berfungsi sebagai gateway

untuk operasi 24 jam ke Internet dari rumah saya. Komputer tersebut adalah

Pentium I 166MHz dengan memory 64Mbyte RAM.

Saya menggunakan Linux Red Hat 9.0 sebagai system operasinya. Pada

operasi normalnya, computer tersebut beroperasi dengan mode text tanpa

Graphical User Interface (GUI) yang akan banyak menghabiskan memory.

Antenna luar untuk memperpanjang jarak jangkau

Komunikasi diletakan di atas atap klem ke pipa ledeng sepanjang 2 meter

yang ditanam ke beton di dinding rumah saya. Antenna tersebut adalah

antenna parabola dengan gain 19dBi; sebetulnya terlalu besar untuk

mencapai akses point yang jaraknya hanya 1 kilometer dari rumah saya.

Gateway Pentium I tersebut diberi card Ethernet tanbahan untuk

disambungkan ke jaringan computer local (LAN). Tampak pada gambar

adalah tempat kerja saya yang terdiri dari banyak computer yang

tersambung ke jaringan local dan ke Internet melalui wireless Internet

melalui gateway Pentium I tersebut. Semua PC dapat secara simultan

mengakses internet melalui jaringan tersebut.

 

 

 

 

 

Perangkat dasar WAN /Wifi

a. Antena Grid 2,4 Mhz/Omni 19 Dbi

b. Radio Outdoor/Indoor

c. Wire Less Router

d. Kabel UTP

e. Conector RJ 45

f. Switch Hub

c. Rangkuman

Mendiagnosa permasalahan yang terjadi pada jaringan berbasis luas atau

wireless dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian perangkat

hardware/software yang kemungkinan mengalami kerusakan atau

gangguan. Mendiagnosa kerusakan dapat dilakukan secara hardware

maupun secara software dengan indikasi-indikasi yang dapat diamati.

Untuk mendapatkan jaringan berbasis luas/wireless yang baik dan bekerja

secara normal harus dilakukan perawatan secara berkala. Perawatan ini

dilakukan untuk mengetahui kondisi perangkat pendukung dan kondisi

jaringan berbasis luas dalam berkomunikasi data. Dengan perawatan

yang berkala diharapkan sistem jaringan berbasis luas/wireless tersebut

akan selalu dalam kondisi yang terjaga dengan baik dan bekerja secara

normal.

 2.2    Memilah Masalah Berdasarkan Kelompoknya  

Materi 2

Permasalahan yang sering muncul baik dalam pemasangan maupun setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara garis besar dapat dibagi atas:

  • Kerusakan atau kesalahan Hardware

Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware mencakup seluruh komponen jaringan antara lain mencakup server, workstation (client), Kartu Jaringan, Pengkabelan dan konektor, serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch, router, dan sebagainya.

  • Kesalahan software

Kesalahan bagian software berhubungan dengan kesalahan bagaimana setting dan konfigurasi jaringan yang berkaitan dengan system operasi baik pada komputer server maupun komputer workstation (client) yang digunakan, jenis protokol yang dipakai serta topologi jaringan.

  1. a.    Kerusakan atau kesalahan Hardware

Kerusakan atau kesalahan hardware yang sering terjadi adalah pada Network Interface Card (kartu jaringan), pengkabel dan konektor. Kerusakan atau kesalahan pada Jaringan sering disebabkan oleh koneksi (hubungan) yang tidak baik antar komponen dan tidak berfungsinya komponen dikarenakan sudah mati atau rusak.

a)    Network Interface Card (kartu jaringan)

Secara fisik untuk mengenali bahwa kartu jaringan tersebut telah atkif atau tidak aktif dapat dilihat pada lampu indikator yang terdapat dalam Kartu jaringan tersebut saat komputer hidup dan kartu jaringan telah dihubungkan dengan kabel jaringan maka lampu indikator harus sudah menyala. Apabila belum menyala berarti terdapat permasalahan atau kerusakan pada kartu jaringan tersebut.

Secara software untuk mengetahui bahwa kartu jaringan telah bekerja atau aktif dapat dilihat pada :

(1)   Klik Start > setting >klik Control Panel

(2)   Pilih icon system  double klik pilih menu Device Manager

Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum. Bila sudah dikenal maka kartu jaringan komputer dapat bekerja atau aktif.

Gambar 11. Komputer yang Telah Mengenal Kartu Jaringannya Contoh: SIS 900 PCI.

b)

Pengkabelan dan Konektor

Pemilihan media komunikasi menggunakan kabel sebagai penghubung antar komputer memang merupakan media yang cukup ideal dibandingkan dengan media lainnya seperti RF (radio frekuensi), IR (Infra Red) atau jalur telephone karena murah, mudah dan mempunyai kecepatan data yang cukup tinggi.   Tetapi kesalahan dalam aturan pemasangan kabel, kualitas kabel itu sendiri, serta layout atau topologi jaringan seringkali mengganggu dalam system jaringan kabel.

  1. Untuk Pengunaan kabel thin coax

Seperti dalam gambar berikut permasalahan yang sering terjadi pada jenis kabel ini adalah seperti dalam gambar:

Gambar 12. Permasalahan pada Kabel Jenis Thin Coax.

Keterangan Gambar:

  1. Kabel Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data.
  2. Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi pada pada koneksi antar kartu jaringan dengan konektor kabel.
  3. Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi kabel yang hubung singkat dalam jaringan.
  4. Resistor pada terminating Connector
  5. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor
  6. Longgar pada male connector

Untuk kasus nomor 1,3,4 dan 5  akan mengakibatkan system jaringan akan mengalami down (komunikasi antar komputer berhenti). Untuk kasus konektor yang longgar hanya terjadi pada workstation (client) yang bersangkutan saja yang berhenti. Tetapi bila terjadi pada terminating resistor maka menyebabkan jaringan akan down juga.

  1. Untuk Pengunaan kabel thick coax

Untuk jenis penggunaan kabel thick coax sama dengan jenis kabel thin coax karena menggunakan jenis topologi jaringan yang sama seperti dalam gambar berikut:

Gambar 13. Permasalahan pada Kabel Jenis Thick Coax.

  1. Untuk Penggunaan kabel UTP

Untuk kabel UTP, kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan model ini relatif sedikit, karena jaringan model ini menggunakan topologi star, dimana workstation (client) terpasang tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub. Sehingga pengecekan kerusakan kabel ini dapat dengan mudah diketahui. Seperti dalam gambar berikut:

Gambar 14. Permasalahan pada Kabel Jenis UTP.

Keterangan gambar:

  1. Konektor longgar (tidak terhubung)
  2. Kabel short
  3. Kabel terbuka (open)

Untuk mengecek kabel yang terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes ujung-ujung kabel.

  1. b.    Software 

Permasalahan yang sering muncul pada bagian software ini pada umumnya bisa dikelompokkan atas:

  1. Kesalahan setting konfigurasi jaringan

Kesalahan setting konfigurasi sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan model ISA karena kita harus menentukan :

(1)      Alamat port I/O

(2)      Nomor Interupt

(3)      Direct Memory Access Request line

(1)      Buffer memory Address

Berbeda dengan kartu model ISA Kartu jaringan yang menggunakan model PCI tidak perlu mengeset karena secara otomatis telah tersedia.

  1. Kesalahan Protocol yang digunakan

Hal ini sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan slot ISA karena penentuan harus dilakukan secara manual. Apabila kita menggunakan protocol kartu jaringan model PCI hal tersebut jarang terjadi apabila kita telah menginstall driver dengan benar.

  1. Kesalahan pengalamatan IP.

Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data, jika terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut.

  1. Kesalahan Indentifikasi Client dan server komputer

Penentuan antara komputer server dan komputer client harus jelas untuk jaringan client server, berbeda pada jaringan peer to peer tidak ada penentuan client dan server.

  1. Kesalahan Service Network (file and print sharing)

Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak aktif atau kita belum melakukan file and print sharing.

  1. Kesalahan Security System

Kesalahan pemasukan password pada saat kita masuk dalam jaringan sehingga kita tidak dapat masuk dalam jaringan karena kesalahan pengamanan (password).

  1. Kerusakan file program, sehingga perlu di update.

Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja (tidak aktif).

Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software  tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking:

-       Tidak bisa Login dalam jaringan

Tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat mengakses jaringan secara keseluruhan.

-       Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood. Apabila secara hardware dan software tidak ada masalah komputer harus dilakukan restart untuk menyimpan semua data yang telah kita update ke sistem operasi.

-       Tidak bisa sharing files atau printer.

Sharing file atau printer adalah membuka akses agar komputer lain dapat mengakses atau melihat data kita. Tidak dapat sharing file atau printer dapat dikarenakan data atau printer tersebut belum di sharing. untuk dapat melakukan sharing dapat dilakukan dengan klik kanan share.

-       Tidak bisa install network adapter.

Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang tidak sesuai antara driver dengan kartu jaringannya atau pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna pada mainboard sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut.

Hal yang harus dilakukan dengan pengecekan pada kartu jaringan apakah telah terpasang dengan benar atau kartu jaringan telah terinstall dengan driver bawaannya.

-       Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita.

Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan karena kita belum melakukan sharing data atau sharing printer.

Kasus-kasus tersebut dapat teratasi apabila tidak terjadi kesalahan-kesalahan software pada saat setting Kartu jaringan. Setting kartu jaringan sangat penting untuk terjadinya hubungan antar komputer, apabila terjadi kesalahan maka menyebabkan komputer tersebut tidak dapat terhubung dalam jaringan. Pengecekan kesalahan harus dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol yang digunakan, nama Workgroupnya dan sebagainya.

  1. b.    Rangkuman 2

Permasalahan muncul yang sering muncul pada pemasangan maupun setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara garis besar dapat dibagi atas kerusakan atau kesalahan hardware dan kesalahan software.

Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware pada sistem jaringan  yang sering dialami adalah pada kesalahan pengenalan Kartu Jaringan, Pengkabelan dan konektor, serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch, router, dan sebagainya. Untuk pengakbelan dan konektor yang sering terjadi adalah kabel terbuka (open), kabel short dan konektor longgar.

Kesalahan bagian software berhubungan dengan kesalahan setting dan konfigurasi jaringan pada komputer server maupun komputer client yang digunakan, jenis protokol yang dipakai jaringan dan workgroup yang digunakan.

2.3                        Mengisolasi Permasalahan

 

Materi 3

Mengisolasi permasalahan merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencegah hal-hal yang berakibat lebih fatal dalam jaringan. Hal ini dilakukan agar jaringan dapat berfungsi secara baik dan normal kembali. Tindakan pengisolasian termasuk didalamnya merupakan jalan keluar (pemecahan) dari permaslahan yang dihadapi. Tindakan pengisolasian untuk melakukan perbaikan dalam jaringan dapat dipisahkan menjadi dua juga yakni pengisolasian secara hardware dan secara software.

1)   Pengisolasian permasalahan secara Hardware

Tindakan pengisolasian kerusakan yang disebabkan oleh hardware harus dilakukan dengan cara yang terstruktur dan sistematis. Cara yang terstruktur dan sistematis diharapkan dengan cepat dapat menemukan sumber kerusakan atau sumber permasalahan. Tindakan pengisolasian secara terstruktur dan sistematis dapat dilakukan sebagai berikut:

a)    Tindakan pertama (mengisolasi kerusakan pada kartu jaringan)

Tindakan pengisolasian dapat dilakukan denga cara melihat indikator pada lampu kartu jaringan tersebut jika kartu jaringan dalam kondisi yang  atau bekerja baik maka lampu menyala dan saat tidak aktif atau rusak maka lampu tidak menyala saat komputer telah dihidupkan dan terhubungkan dengan jaringan komputer yang lain ataupun dengan Hub/switch. Dapat juga dilihat pada window Control Panel > double klik system pilih menu Device Manager.

Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum dengan melihat pada Network adapter.  Apabila sudah dikenal maka tinggal melakukan setting konfigurasi jaringan. Apabila kartu jaringan belum dikenal atau sudah dikenal tetapi ada tanda (!), (?) dan tanda (X)  menyatakan bahwa perlu dilakukan instalasi software driver dari kartu jaringan tersebut. Apabila dari kedua hal tersebut indikator lampu yang ada kartu jaringan tetap tidak menyala saat telah terhubungkan dengan jaringan komputer lain atau dengan Hub/switch atau tidak dikenal oleh device manager maka perlu dilakukan penggantian kartu jaringan karena kartu jaringan tersebut dalam kondisi yang rusak.

1                   2

Gambar 15

Keterangan Gambar:

1. Konsidi sudah dikenal tetapi instalasi software belum sempurna.

2. Sudah dikenal dan Siap untuk di setting konfigurasi jaringannya.

b)    Tindakan kedua (mengisolasi permasalahan pengkabelan dan konektor)

Tindakan pengisolasian untuk pengkabelan dan konektor terdapat perbedaan antara model coaxial dengan konektor BNC dan pengkabelan UTP dengan konektor RJ45.

-           Pengisolasian untuk pengkabelan coaxial dengan konektor BNC.

Pengisolasian untuk pengkabelan jenis coaxial lebih rumit, karena apabila terjadi jarigan yang down untuk jaringan bertopologi Bus atau ring menggunakan kabel coaxial harus dilakukan pengecekan satu persatu.

Seperti dalam gambar berikut untuk pengisolasian permasalahan yang sering terjadi:

Gambar 16. Permasalahan pada Kabel Coaxial

 Keterangan Gambar:

  1. Kabel Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data.
  2. Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi pada pada koneksi antar kartu jaringan dengan konektor kabel.
  3. Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi kabel yang hubung singkat dalam jaringan.
  4. Resistor pada terminating Conector
  5. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor
  6. Longgar pada male connector

Untuk pengisolasian permasalahan nomor 1,3,4 dan 5  dilakukan dengan pengecekan satu persatu dari terminal konektor dengan menggunakan multimeter. Pengecekan dilakukan satu persatu dengan melepaskan konektor BNC dari T BNC daru dilakukan pengetesan ujung ke ujung kabel tersebut apabila terjadi hubug sigkat pada pemasangan plug konektor maka pisahkan pisahkan yang menyebabkan hubung singkat tersebut. Apabila terjadi open kabel atau kabel putus dalam kabel coaxial maka lakukan penggantian kabel. Jangan melakukan penyambungan kabel coaxial diantara plug konektor karena menyebabkan jaringan down karena nilai resistansi yang tidak sesuai pada sambungan tersebut dengan pada kabel tersebut. Pengisolasian pada permasalahan Resistor pada terminating Connector dilakukan dengan penggantian terminator BNC yang baru. Konektor yang longgar pada male conektor pengisolasiannya dapat dilakukan dengan mengencangkan T BNC pada konektor BNC secara keseluruhan.

-           Pengisolasian untuk pengkabelan yang menggunakan kabel UTP

Pengisolasian pengkabelan pada permasalahan jaringan yang menggunakan kabel UTP relatif lebih mudah. Kemudahan pengisolasian kabel UTP  pada jaringan dengan topologi Star hanya komputer yang bermasalah saja yang kita tangani tanpa mengganggu jaringan tersebut (komputer yang lainnya masih tetap bekerja normal.  Setiap workstation (client) terpasang tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub sehingga apabila komputer yang kita gunakan bermasalah maka komputer lain tidak terganggu. Seperti dalam gambar berikut pengisolasian permasalahan yang muncul dalam jaringan komputer dengan kabel UTP dengan topologi jaringan star.

Gambar 17. Permasalahan pada Kabel UTP

Keterangan Gambar:

  1. Konektor longgar (tidak terhubung)
  2. Kabel short
  3. Kabel terbuka (open)

Perbaikan untuk jaringan yang longgar dilakukan pengencangan pada hub/switch dan pada kartu jaringan. Pengisolasian pada kabel yang terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes ujung-ujung kabel. Pengkabelan dengan menggunakan kabel UTP tidak boleh disambung karena akan mempengaruhi kinerja jaringan. kalau sudah tidak memungkinkan lebih baik dilakukan penggantian kabel beserta konektornya, karena konektor RJ45 hanya digunakan sekali pakai jika sudah diCrimping maka sudah tidak dapat dipakai lagi.

2)   Software 

Pengisolasaian Protocol yang digunakan harus ditentukan pada saat instalasi software Kartu jaringan. Seperti pada contoh penggunakan protocol TCP/IP.

Gambar 18. Langkah Pemilihan Protocol Jika Menggunakan Model TCP/IP

  1. Memilih add pada configuration Network
  2. Memilih protocol
  3. Klik add
  4. Pilih TCP/IP
  5. Klik OK

a)    Kesalahan pengalamatan IP.

Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data jika terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut. Pengisolasian yang dapat dilakukan dengan melakukan seting ulang alamat IP Address dan subnetmasknya sesuai dengan jaringan yang digunakan. Seperti pada gambar berikut:

Gambar 19. Langkah Pengisian  IP Address dan Subnet Mask

  1. Pilih TCP/IP
  2. Klik Propertis
    1. Pilih specify an IP Address

Gambar 20. Langkah Pengisian  IP Address dan Subnet Mask Harus Sesuai dengan Konfigurasi Sistem Jaringan yang Digunakan

b)    Kesalahan Identifikasi workgrup

Workgroup merupakan kumpulan atau nama kelompok jaringan yang kita gunakan. Isolasi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perubahan nama workgroup sesuai dengan jaringan yang ada. Seperti gambar berikut merupakan cara untuk melakukan perubahan pada workgroup.

Computer name untuk memberikan nama komputer tersebut, Workgroup merupakan nama kelompok jaringan yang kita akan masuki, Computer Description merupakan diskripsi komputer.

Gambar 21. Langkah Perubahan Workgroup

  1. Pilih Identification
    1. Menu perubahan workgroup

c)    Kesalahan Service Network (file and print sharing)

Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak aktif atau kita belum melakukan sharing file and print.

d)    Kerusakan file program, sehingga perlu di update.

Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa   berjalan   atau   menyebabkan   kartu  jaringan  tidak  dapat bekerja (tidak aktif).

Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software  tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking:

a)    Tidak bisa Login dalam jaringan

Kasus tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat mengakses jaringan secara keseluruhan. Apabila kita telah melakukan instalasi dan konfigurasi kartu jaringan dengan sempurna maka bisa juga karena kesalahan kita dalam memasukkan password yang salah saat kita Login ke jaringan.

b)    Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood. Kasus ini sering terjadi karena sistem windows yang kurang baik sehingga perlu melakukan refresh apabila menutup program atau mau menjalankan program.

c)    Tidak bisa sharing files atau printer.

Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akah disharingkan kemudian klik kanan  lalu klik sharing

a                                     b

Gambar 22 Langkah Melakuan Sharing Data Atau Directory

  1. Pilih directory yang akan di sharing data
  2. Option pilihan sharing data

a                                     b

c

Gambar 23. Langkah Melakuan Sharing Printer

  1. Start setting printer
  2. Pilih printer  yang akan di sharing
  3. Option pilihan sharing printer

d)    Tidak bisa install network adapter.

Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang tidak sesuai dengan kartu jaringan yang dipasang, atau pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut.

e)    Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita.

Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan kita belum melakukan sharing data atau sharing printer.

Kasus-kasus tersebut lebih banyak disebabkan oleh instalasi software dan konfigurasi yang tidak teliti. Hal tersebut menyebabkan kesalahan-kesalahan yang menyebabkan tidak dapat mengakses jaringan. Pengisolasian dan pengecekan kesalahan harus dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol yang digunakan, nama Workgroup dan sebagainya sehingga didapatkan koneksi jaringan yang sempurna.

  1. c.    Rangkuman 3

Pengisolasian kerusakan dalam hardware yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur dapat mempermudah penyelesaian masalah jaringan yang dihadapi. Sistematis dan terstruktur memiliki maksud dilakukan secara berurutan dari penanganan kartu jaringan pengkabelan sampai instalasi softwarenya.

Isolasi permasalahan secara terjadi pada Instalasi software driver kartu jaringan dan setting konfigurasi jaringan, baik Pengalamatan TCP/IP meliputi IP Adress dan subnet mask serta workgroup yang digunakan.

SK 3                               Melakukan perbaikan atau setting ulang jaringan

 

KD 3.1                  Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada   PC yang Bermasalah

Materi 1

Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Pada pembahasan berikut  akan membahas tentang persiapan perbaikan konektiftas pada jaringan dengan topologi Bus dan Star. Alasan pembahasan hanya pada jaringan dengan topologi Bus dan Star karena kedua jaringan paling bayak digunakan.

  1. c.        Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus

Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node.

Karakteristik topologi Bus adalah:

  1. merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
  2. Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
  3. Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
  4. Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti
  5. Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal  tersebut/hanya akan dilewati signal.

Gambar 1 Jaringan dengan Topologi Bus

Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:

  1. Kartu Jaringan  (Network Interface Card/ LAN Card)

Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansipada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA

a

b

Konektor RJ 45

Konektor BNC

Gambar 2.

a.  Kartu jarinagn (LAN Card) ISA dengan konektor BNC dan RJ45

b.  Kartu jarinagn (LAN Card) ISA dengan konektor BNC

  1. Kabel dan konektor

Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut.

Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.

Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap.

Gambar 3.  Kabel Jenis Coaxial atau RG-58/BNC

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni:

a)        Konektor BNC

Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial.

b)        TerminatorBNC

Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.

c)         TBNC

Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan.

a                           b                           c

Gambar 4. Jenis-jenis Konektor BNC

a. Konektor BNC, b. Terminator BNC, c. T BNC

  1. d.        Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star 

Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.

Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Panjang kabel tidak harus sesuai (matching). Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum konduksi, namun semua itu bisa diabaikan.

Karateristik topologi Star adalah:

a)        Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.

b)        Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.

c)         Keunggulan jika  terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain

d)        Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP

Gambar 5. Jaringan  dengan Topologi Star

Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:

a)       Kartu Jaringan  (Network Interface Card/ LAN Card)

Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI.

b

a

Konektor BNC

Konektor RJ 45

b

  Gambar 6.

a. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor BNC dan RJ45

b. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor RJ 45

b)       Kabel dan Konektor

Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m.

Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orange-putih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biru-putih biru).

Gambar 7.  Kabel Jenis UTP (Unshielded Twisted Pair)

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools.

 

a                                     b

Gambar 8

a. Konektotor RJ 45 b. Cramping tools

Gambar 9. Susunan Konektor dan Pengkabelannya

  1. b.        Rangkuman 1
    1. Sebelum melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer workstation (client) yang bermasalah diperlukan peralatan dan harus diketahui jenis topologi jaingan yang di gunakan oleh komputer workstation (client) tersebut.
    2. Karakteristik Topologi Bus
      1.                    i.            Merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
      2.                   ii.            Paling prevvalent karena sederhana dalam instalasi.
      3.                  iii.            Signal melewati 2 arah dengan satu kabel memungkinkan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
      4.                  iv.            Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti.
      5.                   v.            Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lain yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya dilewati signal.
      6. Karakteristik Topologi Star
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
  • Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
  • Keunggulan jika  terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain
  • Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP
  1. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk membuat jaringan komputer adalah:
    1.                   i.             Kartu Jaringan (Network Interface Card/LAN Card)
    2.                  ii.             Kabel dan Konektor
    3.                iii.             Switch/Hub
    4. Kabel UTP (Unshilded Twisted Pair) merupakan salah satu kabel untuk menghubungkan komputer dalam jaringan komputer dengan topologi Star dan yang paling banyak digunakan.

Kabel UTP dihubungkan dengan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel digunakan tang khusus yang dikenal dengan nama Cramping tools, sedangkan untuk kabel Coaxial dihubungkan dengan konektor BNC.

KD 3.2                  Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC

Materi 2

Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti.

Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama.

Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:

1)       Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard

Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP.

Pemasangan kartu jaringan dapat terlihat seperti gambar berikut:

Gambar 10. Pemasangan Kartu Jaringan pada Motherboard

  1. Kartu jaringan model PCI
    1. 6.    Motherboard
    2. Kartu jaringan model ISA

2)       Pemasangan Kabel pada Konektor

a)        Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC

Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC  harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.

a                                              b

Gambar 11. a. Penampang Kabel Coaxial, b. Pemasangan Kabel coaxial pada konektor BNC

 

b)        Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45

Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45.

Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:

  1. Kabel Lurus (Straight Cable)

Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable)  digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.

Skema Pengkabelan Lurus adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut:

Konektor 1

Pinout

Konektor 2

Pinout

Orange Putih

Orange

Hijau Putih

Biru

Biru Putih

Hijau

Coklat Putih

Coklat

1 _____________________ 1

2 _____________________ 2

3 _____________________ 3

4 _____________________ 4

5 _____________________ 5

6 _____________________ 6

7 _____________________ 7

8 _____________________ 8

Orange Putih

Orange

Hijau Putih

Biru

Biru Putih

Hijau

Coklat Putih

Coklat

Gambar 12. Pengawatan dalam Kabel Lurus (Straight Cable)

Gambar 13. Kabel Lurus (Straight Cable)

  1. Kabel Silang (Crossover Cable)

Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data.  Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub.

Skema kabel silang (Crossover Cable )adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut:

Konektor 1

Pinout

Konektor 2

Pinout

Orange Putih

Orange

Hijau Putih

Biru

Biru Putih

Hijau

Coklat Putih

Coklat

1——————————— 1

2 ——————————– 2

3 ——————————– 3

4 ——————————– 4

5 ——————————– 5

6 ——————————– 6

7 ——————————– 7

8 ——————————– 8

Orange Putih

Orange

Hijau Putih

Biru

Biru Putih

Hijau

Coklat Putih

Coklat

Gambar 14. Hubungan dalam Kabel Silang (Crossover Cable)

Gambar 15. Kabel Silang (Crossover Cable )

Pengiriman dan penerimaan data kabel silang (Crossover Cable) dari komputer ke komputer sebagai berikut:

Gambar 16. Pengiriman dan Penerimaan Data pada Kabel Silang (Crossover Cable)

3)       Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan

a)        Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus

Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.

Gambaran pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus adalah sebagai berikut:

Gambar 17. Gambaran Pemasangan Kabel Coaxial dengan Konektor BNC pada Jaringan dengan Topologi Bus

Keterangan Gambar:

  1. Komputer Server
  2. Terminator yang mempunyai nilai tahanan 50 ohm. Merupakan tanda ujung dari sebuah jaringan dengan topologi Bus. Apabila ingin mengembangkan jaringan dengan membuka terminator, menyambungkan ke komputer lain dan pada ujungnya harus ditutup kembaii dengan terminator tersebut.
  3. Kartu jaringan (LAN Card) yang ada pada setiap komputer untuk dapat mengakses sistem jaringan tersebut.
  4. Kabel Coaxial dengan ujung-ujungnya telah terhubungkan dengan konektor BNC.
  5. T BNC  yang dikoneksikan ke kartu jaringan (LAN Card) sedangkan 2 conektor lain dihubungkan ke terminator apabila merupakan ujung jaringan ataupun kabel Coaxial dengan conektor BNC untuk menyambungkan ke komputer yang lainnya.
  6. Laptop yang terhubung pada sistem jaringan yang merupakan salah satu client.
  7. Computer Desktop atau PC yang terhubung pada sistem jaringan yang merupakan salah satu client.

b)        Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star

Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.

Gambaran pemasangan kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah sebagai berikut:

Gambar 18. Gambaran Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star

Keterangan Gambar:

  1. Server
  2. Kartu jaringan (LAN Card)  yang ada pada setiap komputer untuk dapat mengakses sistem jaringan tersebut. Yang terhubung antara komputer ke Hub/Swich.
  3. Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card).
  4. Konektor RJ 45 untuk menghubungkan antara Kabel UTP dengan Kartu Jaringan (LAN Card)  dan Hub/switch.
  5. Computer Desktop atau PC yang terhubung pada sistem jaringan yang merupakan salah satu client
  6. Laptop yang terhubung pada sistem jaringan yang merupakan salah satu client.
  7. Kabel UTP Sebagai media penghubung dalam sistem Jaringan dengan Topologi Star

4)        Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup.

Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara:

a)        Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card)

Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara:

Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel

Gambar 19. a.  Windows Control Panel; b. Window Configurasi Kartu Jaringan Add Network Adapter

Gambar 20. a.  Nama Network Adapter; b. Lokasi Driver Network Adapter

Gambar 21. Kartu Jaringan yang Telah Terdeteksi

Setelah kartu jaringan terdeteksi atau terinstal dengan benar maka langkah selanjutnya adalah setting protocol yang digunakan.

b)        Pemilihan Protocol

Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card)  dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut:

Gambar 22. Prosedur Pengaktifan Protocol TCP/IP

Keterangan Gambar:

  1. Memilih add pada configuration Network
  2. Memilih protocol
  3. Klik add
  4. Pilih TCP/IP

10. Klik OK

Pemilihan protocol untuk dapat melakukan pengalamatan IP Address dan subnet mask.

c)        Pengisian IP Address dan Subnetmask

IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama.

  • Kelas Alamat IP Address

IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikit jaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyak. Kelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan.

Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:

  • Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan
  • Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet.

Kelas A

Oktet pertamanya mempunyai nilai 0 sampai 127, dan pengalamatan Kelas A masing-masing dapat mendukung 16.77.214 host.

 

N = NetId,                 H = HostId

Kelas A hanya menggunakan octet pertama ID jaringan, tiga octet yang tersisa disediakan untuk digunakan sebagai HostId.

Karakteristik Kelas A:

Bit pertama           : 0

panjang NetlD       : 8 bit

Panjang HostlD      : 24 bit

Byte pertama         : 0-127

Jumlah                  : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)

Range IP               : 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx

Jumlah IP              : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A

Kelas B

Oktet pertamanya mempunyai nilai 128 sampai 191, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 65.532 host.

 

N = NetId,                 H = HostId

Karakteristik Kelas B:

2 Bit pertama        : 10

panjang NetlD       : 16 bit

Panjang HostlD      : 16 bit

Byte pertama         : 128-191

Jumlah                  : 16.384 kelas B

Range IP               : 128.xxx.xxx sampai dengan 191.155.xxx.xxx

Jumlah IP              : 65.532. IP Address pada tiap kelas B

Kelas C

Oktet pertamanya mempunyai nilai 192 sampai 223, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 256 host.

 

N = NetId,                 H = HostId

IP Addrress Kelas C sering digunakan untuk jaringan berskala kecil.

 

Karakteristik Kelas C:

3 Bit pertama        : 110

Panjang NetlD       : 24 bit

Panjang HostlD      : 8 bit

Byte pertama         : 192-223

Jumlah                  : 256 kelas B

Range IP               : 192.0.0.xxx sampai dengan 223.255.255.xxx

Jumlah IP              : 254 IP Address pada tiap kelas C

Subnetmask  

Nilai subnetmask untuk memisahkan network id dengan host id. Subnetmask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan local atau non local.

Network ID dan host ID di dalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask merupakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.

Tabel subnetmask

Kelas IP Address

Bit Subnet

Subnet mask

A

11111111 00000000 00000000 00000000 255.0.0.0

B

11111111 11111111 00000000 00000000 255.255.0.0

C

11111111 11111111 11111111 00000000 255.255.255.0

Untuk lebih mempermudah pengalamatan IP address lebih disarankan pemberian normor dilakukan dengan berurutan.

Gambar 23. Pengisian IP Address dan Subnet Mask

  1. Pilih TCP/IP
  2. Klik Propertis
  3. Pilih specify an IP Address

Gambar 24. Pengisian  IP Address dan Subnet Mask Harus Sesuai dengan Konfigurasi Sistem Jaringan yang Digunakan

Dengan penomoran IP Address yang berurutan akan mempermudah dalam mengingat dan proses perawatannya.

d)        Pemilihan Workgroup

Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut.

Untuk penentuan Workgroup dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai betikut:

Gambar 25. Langkah Perubahan Workgroup

  1. Pilih Identification
    1. Menu perubahan workgroup

Setelah selesai Konfigurasi konektifitas secara hardware dan software maka tindakan perbaikan  boleh dibilang selesai tinggal meakukan pengujian saja. Komputer kemudian akan restart dan muncul kotak dialog untuk pengisian user name dan password.

Gambar 26. Kotak Dialog untuk Pengisian User Name dan Password

  1. c.        Rangkuman 2

Tindakan perbaikan konektifitas dalam jaringan komputer merupakan tindakan perbaikan secara keseluruhan untuk membangun jaringan LAN (Local Area Network).

Tindakan perbaikan secara keseluruhan menyangkut:

  1. Pemasangan Kartu Jaringan
  2. Pemasanga Kabel pada konektornya
  3. Pemasangan kabel pada jaringan
  4. Penginstalan driver kartu jaringan (LAN Card)
  5. Pemilihan jenis protocol
  6. Penentuan nomor IP Address dan Subnet mask dan

Pemilihan Workgroup


 

KD 3.4                  Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC

Materi 3

Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni:

  1. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
  2. Pengujian konektifitas jaringan
  3. Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan

Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:

  1. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan

Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan  pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:

e)    Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak

f)     Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,

g)   Pemasangan konektor tidak longgar

h)   Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.

Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.

  1. Pengujian konektifitas jaringan

Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Gambar 29.  Menu Pencarian Komputer dalam Jaringan

Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.

Gambar 30. Nama Komputer yang Dicari dalam Jaringan

Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.

Gambar 31. Hasil Pencarian Berdasarkan Nama Komputer dalam Jaringan

Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut.

Gambar 32. Daftar Komputer yang Masuk dalam Sistem Jaringan

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.

Gambar 33. Windows Explorer untuk Melihat Daftar Pengguna Jaringan Beserta Data atau Printer yang Disharingkan dalam Sistem Jaringan

Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP.

Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL  (IP Configuration)

Gambar 34. Tampilan Hasil Ipconfig (IP Configuration)

IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah  10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0

Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan  pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE seperti tampilan berikut:

Gambar 34. Tampilan Hasil Ipconfig (IP Configuration) Bagian Awal

Gambar 36. Tampilan Hasil Ipconfig (IP Configuration) Bagian Akhir

Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :

a)    Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7

b)   Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.

c)    Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73

d)   IP Addres adalah  10.1.1.7

e)    Subnet Masknya adalah 255.255.255.0

Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi.

Perintah ping  untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke  IP Address telah berjalan dengan baik, seperti gambar berikut:

Gambar 37. Tampilan Hasil Ping dengan IP Address 10.1.1.1 

Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal). Seperti pada gambar berikut:

Gambar 38. Tampilan Hasil Ping dengan IP Address 10.1.1.15

Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif.

Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya. Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki.

Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan  lalu klik sharing.

a                                     b

Gambar 39. Langkah Melakuan Sharing Data atau Directory:

  1. Pilih directory yang akan di sharing data
  2. Option pilihan sharing data

a                                     b

Gambar 40. Langkah Melakuan Sharing Printer

  1. Start setting printer
  2. Pilih printer  yang akan di sharing

Gambar 41. Langkah Melakuan Sharing Printer (Lanjutan)

      Option pilihan sharing printer

Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak.

Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki seperti pada gambar berikut:

Gambar 42. Sharing yang Dilakukan oleh Komputer Client dengan Nama siji.com

3)   Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan

Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah dilakukan merupakan tindakan untuk melaporkan semua tindakan perbaikan yang dilakukan sampai dengan selesainya. Hal ini untuk mempermudah perawatan selanjutnya.

Sistem pembuatan laporan ini secara lengkap yakni meliputi:

a)    Landaan teori /dasar teori

b)   Alat dan Bahan

c)    Langkah kerja

d)   Pengujian

e)    Analisis dan

f)     Kesimpulan

  1. f.        Rangkuman 3

Pemeriksaan merupakan tindakan untuk melakukan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:

a)    Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) dengan apakah telah terpasang dengan baik atau tidak

b)    Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,

c)    Pemasangan konektor tidak longgar

d)    Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.

Pengujian merupakan tindakan untuk mengetahui kerja sistem jaringan yang telah kita perbaiki apakah sudah dapat mengenal komputer client lain dalam jaringan. Pengujian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara pengujian IP Address dapat dilakukan dengan mudah dan memberikan informasi yang lengkap karena didalamnya memberikan informasi tentang jenis kartu jaringan yang digunakan, IP Address, Subnet mask dan  kecepatan akses perbayte serta informasi yang hilang  (lost) dalam pengiriman data.

pembuatan laporan merupakan tindakan memberikan informasi tentang hal-hal yang telah dilakukan dalam perbaikan konektifitas jaringan. laporan yang diberikan harus mencakup seluruh jaringan dan sistem jaringan yang dilakukan perbaikan. hal ini untuk mempermudah pemeriksaan dan perawatan selanjutnya.

BAB IV

PENUTUP

Demikianlah modul Pemelajaran Menginstalasi Perangkat Jaringan Lokal (Local area Network). Materi yang telah dibahas dalam modul inimasih sangat sedikit. Hanya sebagai dasar saja bagi peserta diklat untuk belajar lebih lanjut. Diharapkan peserta diklat memanfaatkan modul ini

sebagai motivasi untuk menguasai teknik instalasi perangkat jaringan local lebih jauh, sehingga dapat menginstalasi sistem jaringan yang lebih besar lagi.

Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan semua tugas sertaevaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian, peserta diklat dapat dinyatakan lulus/ tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat melanjutkan ke modul

berikutnya sesuai dengan alur peta kududukan modul, sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan mengambil modul selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Fahrial, Jaka, Teknik Konfigurasi LAN di Windows, , Ilmu komputer,

http://www.ilmukomputer.com, agustus 2004

Firewall.cx. undated publication. Unshielded Twisted Pair,

http://www.firewall.cx/cabling_utp.php, agustus 2004

Glossary-tech.com. undated publication. Cable Glossary,

http://www.glossary-tech.com/cable.htm , agustus 2004

Hutapea, Tommy PM, Pengantar Konsep dan Aplikasi TCP/IP Pada Windows

NT Server, Ilmu komputer, http://www.ilmukomputer.com, agustus 2004

Kerr, Robert. 1996. Wiring Tutorial for 10BaseT Unshielded Twisted Pair

NetSpec. Inc http://www.netspec.com/helpdesk/wiredoc.html,

agustus 2004

Prihanto, Harri, Membangun Jaringan Komputer: Mengenal Hard ware dan

Topologi Jaringan, Ilmu komputer, http://www.ilmukomputer.com, agustus

2004

Purbo Onno W., TCP/IP Standar, Desain dan Implementasi, Elek Media

Komputindo, Jakarta, 2001.

Suryadi, TCP/IP dan Internet Sebagai Jaringan Komunikasi Global, Elek

Media Komputindo, Jakarta, 1997.

Tutang, Kodarsyah, Belajar Jaringan Sendiri, Medikom, Jakarta, 2001.

wahyudi, Kelik, Pengantar Pengkabelan dan jaringan, Ilmu komputer,

http://www.ilmukomputer.com, agustus 2004

Yuhefizar, Tutorial Komputer dan jaringan, Ilmu komputer,

http://www.ilmukomputer.com, agustus 2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s